Harap Tunggu


img_head
BERITA

Pengadilan Tinggi Denpasar Memfasilitasi Kegiatan Sosialisasi Teknik Penginputan E-Monev BAPPENAS Tahun 2024 untuk Seluruh Peradilan Seluruh Indonesia

Mar21

Konten : berita humas
Telah dibaca : 188 Kali
Tanggal Upload : 21 March 2024


Denpasar – Dalam upaya meningkatkan kinerja Peradilan, Pengadilan Tinggi Denpasar memfasilitasi kegiatan Sosialisasi Teknik Penginputan E-Monev Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Tahun 2024 pada Kamis (21/03/2024) pukul 09.00 WITA. Peserta kegiatan sosialisasi E-Monev BAPPENAS ini adalah para Sekretaris dan pejabat struktural perencanaan dan keuangan serta operator aplikasi e-monev BAPPENAS yang meliputi 4 Lingkungan Peradilan yaitu Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara, Peradilan Militer, dan Peradilan Umum. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sistem hybrid yaitu menggabungkan sistem luring dan daring.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Perencanaan dan Organisasi Mahkamah Agung RI ini, mengambil tempat di Aula Pengadilan Tinggi Denpasar untuk pelaksanaan secara luring yang diikuti seluruh peradilan wilayah Bali dan sistem daring yang diikuti oleh seluruh peradilan Indonesia. Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar H. Mochamad Hatta membuka acara secara resmi dan turut dihadiri oleh Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan Badan urusan Administrasi Biro Perencanaan dan Organisasi Mahkamah Agung RI bersama tim dan 2 orang programmer dari BAPPENAS selaku Narasumber.

Pada kesempatan tersebut Bapak Mochamad Hatta menyampaikan bahwa pengendalian, pemantauan, evaluasi, dan perencanaan merupakan serangkaian kegiatan manajemen yang penting untuk memastikan bahwa program/kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan Rencana Kerja Kementerian Negara/Lembaga (Renja-KL) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program/kegiatan berdasarkan indikator dan sasaran kinerja yang tercantum dalam Renstra-KL dan Rencana Pembangunan Jangka Menenga (RPJM) Nasional. Namun, dalam prosesnya, kendala-kendala tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat guna dan tepat sasaran demi meningkatkan kinerja Pengadilan. 

Catatan dalam sosialisasi ini adalah bahwa dalam mewujudkan dan mencapai target organisasi dengan sumber daya  yang terbatas, maka perlu adanya pemantauan agar sumber daya menjadi tepat guna. Pemantauan dimulai sejak perencanaan, pengendalian, pemantauan, hingga evalusi.

  1. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia
  2. Pengendalian adalah serangkaian kegiatan manajemen yang dimaksudkan untuk menjamin agar suatu program/kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
  3. Pemantauan adalah kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang timbul dan/atau akan timbul untuk dapat diambil tindakan sedini mungkin.
  4.  Evaluasi adalah rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar.

 

  • Galeri